Artikel Berita

Waspada Cuaca Ekstrem Nataru 2025: BMKG Ajak Petani dan Masyarakat Siaga Sejak Dini

Penulis

Super Admin

Diterbitkan

01 Desember 2025

Kategori

Umum

Dilihat

89x

Penulis

Super Admin

Tanggal

01/12/2025

Kategori

Umum

Dilihat

89x

#cuaca ekstrem#hkti#petani#gagal panen

Jakarta — Menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026, BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Papua. Curah hujan diperkirakan meningkat secara signifikan — warga di kawasan tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko hidrometeorologi.

BMKG mengingatkan bahwa fenomena hujan tinggi hingga sangat tinggi bisa terjadi dalam jangka waktu mendekati Nataru. Potensi ini dapat menimbulkan risiko seperti banjir, longsor, serta gangguan pada sektor pertanian dan peternakan.

Sebagai antisipasi dini, BMKG mengajak seluruh pihak — mulai dari pemerintah daerah, aparat penyuluh pertanian, hingga petani — untuk bersiap dan mengambil langkah pragmatis agar dampak cuaca ekstrem tidak merusak hasil panen dan infrastruktur pertanian.

Rekomendasi Siaga untuk Petani dan Pemerintah Daerah

• Petani diimbau memantau informasi cuaca resmi dari BMKG secara berkala, serta menunda atau menyesuaikan jadwal tanam/panen di daerah rawan banjir atau longsor.
• Bersihkan dan tingkatkan fungsi drainase, saluran irigasi, serta saluran air di lahan pertanian agar aliran air hujan bisa terkelola dengan baik.
• Pemerintah daerah dan penyuluh pertanian diharapkan membentuk posko siaga dan sistem koordinasi cepat: identifikasi lokasi rawan bencana, sosialisasi mitigasi, serta persiapan evakuasi bila diperlukan.
• Lindungi aset petani dan peternak — seperti gudang pakan, kandang, dan alat pertanian — dengan memperkuat struktur, menempatkan di lokasi aman dari genangan, serta memastikan akses air dan pembuangan air berjalan baik.

BMKG menyatakan bahwa peringatan dini ini bukan untuk menimbulkan kekhawatiran berlebihan, melainkan sebagai upaya bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian.